Welcome to my BLOG :)
Namaku Afillia Gizca Mardiani Rukmana, seorang gadis yang mencoba membahagiakan orang tuanya. hahahaha :D
Selasa, 16 Agustus 2011
Dirgahayu Indonesia 66
Dirgahayu Indonesia yang ke 66
"biar saja ku tak seindah matahari tapi selalu ku coba tuk menghangatkanmu. biar saja ku tak setegar batu karang tapi selalu ku coba tuk melindungimu. biar saja ku tak seharum bunga mawar tapi selalu ku coba tuk mengharumkanmu. biar saja ku tak seelok langit sore tapi selalu ku coba tuk mengindahkanmu."
"biarpun bumi bergoncang, kau tetap Indonesiaku. andaikan matahari terbit dari barat, kau pun tetap Indonesiaku. tak sebilah pedang yang tajam dapat palingkan daku darimu."
AKU CINTA INDONESIA!
AKU CINTA MERAH PUTIH!
AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!
MERDEKA!!!
Jumat, 12 Agustus 2011
Iwan Fals - Belum Ada Judul
Pernah kita sama sama susah
Terperangkap didingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Digilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah lelap
Pernah kita sama-sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai saat kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib memang berputar
Sahabat masing ingatkah kau
Reff:
Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara di hati
Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga saat kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar bangkitkan aku sobat
Terperangkap didingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Digilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah lelap
Pernah kita sama-sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai saat kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib memang berputar
Sahabat masing ingatkah kau
Reff:
Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara di hati
Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga saat kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar bangkitkan aku sobat
Senin, 20 Juni 2011
Lull
Dear God,
Come in.
God. You know I'm a good girl. I never do drugs, I never skip school, or even stick a bubble gum under the bus seat. I never want to do anything to hurt anyone. I just wanted lover. Well, you've given me one, and indeed, I've never loved someone as much as I love him, despite all of his past. Yes, we did a mistake. But it was only one time, God. Only one mistake. So, please. You should know what's fair.
I took a deep breath, and opened the envelope of the AIDS test result.
(LAILA ACHMAD)
Come in.
God. You know I'm a good girl. I never do drugs, I never skip school, or even stick a bubble gum under the bus seat. I never want to do anything to hurt anyone. I just wanted lover. Well, you've given me one, and indeed, I've never loved someone as much as I love him, despite all of his past. Yes, we did a mistake. But it was only one time, God. Only one mistake. So, please. You should know what's fair.
I took a deep breath, and opened the envelope of the AIDS test result.
(LAILA ACHMAD)
Adikku
"Mbak marah?" tanyanya.
"Kenapa marah, Niet?" aku balik bertanya.
"Karena Niet melangkahi Mbak."
"Mbak tidak punya pikiran sependek itu," jawabku sambil menjaga intonasi suara tetap tenang. "Jodoh di tangan Tuhan. Satu saat nanti Mbak pasti menikah."
"Tapi kenapa Mbak tidak pulang?"
"Mbak tidak bisa menolak tugas dari pimpinan. Ini mendesak," sahutku.Jawaban klise yang telah kupersiapkan dengan matang.
"Mbak doakan semoga pernikahan kalian lancar," lanjutku. "Kamu ngerti 'kan Niet?"
"Terima kasih, Mbak."
Maafkan Mbak, Niet, batinku sesaat setelah mengakhiri percakapan kami. Mbak hanya tidak ingin melihatmu bersanding dengannya. Pria yang begitu saja memuruskanku setelah enam tahun bersama, tepat sehari sebelum melamarmu.
(ANDI F. YAHYA)
"Kenapa marah, Niet?" aku balik bertanya.
"Karena Niet melangkahi Mbak."
"Mbak tidak punya pikiran sependek itu," jawabku sambil menjaga intonasi suara tetap tenang. "Jodoh di tangan Tuhan. Satu saat nanti Mbak pasti menikah."
"Tapi kenapa Mbak tidak pulang?"
"Mbak tidak bisa menolak tugas dari pimpinan. Ini mendesak," sahutku.Jawaban klise yang telah kupersiapkan dengan matang.
"Mbak doakan semoga pernikahan kalian lancar," lanjutku. "Kamu ngerti 'kan Niet?"
"Terima kasih, Mbak."
Maafkan Mbak, Niet, batinku sesaat setelah mengakhiri percakapan kami. Mbak hanya tidak ingin melihatmu bersanding dengannya. Pria yang begitu saja memuruskanku setelah enam tahun bersama, tepat sehari sebelum melamarmu.
(ANDI F. YAHYA)
Sepuluh Tahun
"Kita akan bertemu lagi di sini. Sepuluh tahun lagi. Tanggal yang sama, bulan yang sama, hari yang sama."
Itulah kalimat terakhir yang kudengar, sebelum laut memisahkan kami.
Ia pulang. Untuk menikah dengan gadis pilihan keluarganya.
Tahun ke tujuh, aku bersanding di pelaminan dengan lelaki yang mencintaiku. Yang sabar menunggu sampai aku bisa melupakannya.
Hari ini tahun ke sembilan. Aku sedang duduk di teras, ditemani suamiku dan putra kami yang baru belajar jalan.
Hari ini tahun ke sepuluh. Kami bertemu lagi.
"Kau bahagia?"
"Ya," jawabku. Tulus dan jujur.
"Aku juga." Ia tersenyum. Menjabat tanganku. Dan pergi. Kembali ke anak dan istrinya.
(NITA SELLYA)
Itulah kalimat terakhir yang kudengar, sebelum laut memisahkan kami.
Ia pulang. Untuk menikah dengan gadis pilihan keluarganya.
Tahun ke tujuh, aku bersanding di pelaminan dengan lelaki yang mencintaiku. Yang sabar menunggu sampai aku bisa melupakannya.
Hari ini tahun ke sembilan. Aku sedang duduk di teras, ditemani suamiku dan putra kami yang baru belajar jalan.
Hari ini tahun ke sepuluh. Kami bertemu lagi.
"Kau bahagia?"
"Ya," jawabku. Tulus dan jujur.
"Aku juga." Ia tersenyum. Menjabat tanganku. Dan pergi. Kembali ke anak dan istrinya.
(NITA SELLYA)
Sebuah Janji
"Aku pasti datang," ucapmu saat itu, meyakinkanku.
"Tunggu aku, di sini, dua tahun yang akan datang."
Dua jam sudah aku menunggu, di sudut teras kafe, tempat terakhir kita bertemu.
"Ah, mungkin kau sudah lupa..." batinku.
"Nita?" Sebuah suara membuyarkan lamunan.
"Iwan, teman Hadi," seraya mengulurkan tangannya.
"Ia banyak cerita tentangmu."
"Dia..."
Mendadak rasa cemas menghinggapi hatiku.
"Aku... datang memenuhi pesan terakhirnya," ujarnya sambil mengulurkan surat dan sebuah kotak padaku.
"Dia titipkan ini sebelum meninggal. Cincin itu ingin ia sematkan sebagai kejutan hari ini, seperti janjinya padamu."
Air mataku luruh.
"Maafkan, aku sempat meragukanmu. Ternyata kau tak pernah lupa," bisikku lirih.
(ANDI F. YAHYA)
"Tunggu aku, di sini, dua tahun yang akan datang."
Dua jam sudah aku menunggu, di sudut teras kafe, tempat terakhir kita bertemu.
"Ah, mungkin kau sudah lupa..." batinku.
"Nita?" Sebuah suara membuyarkan lamunan.
"Iwan, teman Hadi," seraya mengulurkan tangannya.
"Ia banyak cerita tentangmu."
"Dia..."
Mendadak rasa cemas menghinggapi hatiku.
"Aku... datang memenuhi pesan terakhirnya," ujarnya sambil mengulurkan surat dan sebuah kotak padaku.
"Dia titipkan ini sebelum meninggal. Cincin itu ingin ia sematkan sebagai kejutan hari ini, seperti janjinya padamu."
Air mataku luruh.
"Maafkan, aku sempat meragukanmu. Ternyata kau tak pernah lupa," bisikku lirih.
(ANDI F. YAHYA)
Iri
aku masih di sini
sendiri
dan hanya bisa memimpikanmu
aku iri pada kedua orang tuamu
yang bisa melihat wajah tidurmu setiap hari
aku iri pada teman-temanmu
yang bisa melihat tingkahmu setiap saat
aku iri pada rekan kerjamu
yang bisa bersamamu seharian
aku iri pada tukang ojek itu
yang bisa selalu bersamamu setiap pagi
aku iri pada pemilik warung langgananmu
yang bisa memberimu makan setiap siang
aku bahkan iri pada satpam kompleks rumahmu
yang cuma membuka pintu untukmu setiap malam
aku iri pada mereka
yang punya begitu banyak kesempatan untuk membunuhmu
dan aku masih di sini
sendiri
hanya bisa memimpikannya
(JAMALUDDIN AHMAD)
sendiri
dan hanya bisa memimpikanmu
aku iri pada kedua orang tuamu
yang bisa melihat wajah tidurmu setiap hari
aku iri pada teman-temanmu
yang bisa melihat tingkahmu setiap saat
aku iri pada rekan kerjamu
yang bisa bersamamu seharian
aku iri pada tukang ojek itu
yang bisa selalu bersamamu setiap pagi
aku iri pada pemilik warung langgananmu
yang bisa memberimu makan setiap siang
aku bahkan iri pada satpam kompleks rumahmu
yang cuma membuka pintu untukmu setiap malam
aku iri pada mereka
yang punya begitu banyak kesempatan untuk membunuhmu
dan aku masih di sini
sendiri
hanya bisa memimpikannya
(JAMALUDDIN AHMAD)
Sepenggal Kisah Sang Pemimpi
Ku kutip penggalan-penggalan kalimat dari salah satu novel Tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, Sang Pemimpi.
• Dan inilah puncak muslihat anak Melayu kampung: di dekat para siswi tadi, aku berpura-pura menunduk untuk membetulkan tali sepatu, yang sebenarnya tidak apa-apa, sehingga ketika bangkit aku mendapat kesempatan menyibakkan jambulku seperti gaya pembantu membilas cucian. Ah, elegan, elegan sekali. Sangat Melayu!
–Ikal (Mozaik 1; What a Wonderful World)
• Dan jika menonton TVRI, kita biasa melihat orang seperti Arai meloncat-loncat di belakang presiden agar tampak oleh kamera.
-Ikal>Arai (Mozaik 2; Simpai Keramat)
• “Dunia …!! Sambutlah aku …!! Ini aku, Arai, datang untukmu …!!” Pasti itu maksudnya.
–Ikal>Arai (Mozaik 2; Simpai Keramat)
• Setiap lekukan tajwid yang dilantunkan hati muda itu adalah syarat kerinduan yang tak tertanggungkan pada ayah-ibunya.
–Ikal>Arai (Mozaik 3; The Lone Ranger)-
• Ia menatapku sarat arti: aku sayang padamu, Sahabatku. Sungguh penuh pengertian!
–Ikal>Jimbron (Mozaik 5; Tuhan Tahu, tapi Menunggu)-
• “Maka berkelanalah di atas muka bumi ini untuk menemukan mozaikmu!”
–Bapak Drs. Julian Ichsan Balia (Mozaik 6; Aku Hanya Ingin Membuatnya Tersenyum )-
• “Jelajahi kemegahan Eropa sampai ke Afrika yang eksotis. Temukan berliannya budaya sampai ke Prancis. Langkahkan kakimu di atas altar suci almamater terhebat tiada tara: Sorbonne. Ikuti jejak-jejak Sartre, Louis Pasteur, Montesquieu, Voltaire. Di sanalah orang-orang belajar science, sastra, dan seni hingga mengubah peradaban ….”
-Bapak Drs. Julian Ichsan Balia (Mozaik 6; Aku Hanya Ingin Membuatnya Tersenyum )-
• “Bangkitlah, wahai Para Pelopor!! Pekikan padaku kata-kata yang menerangi gelap gulita rongga dadamu! Kata-kata yang memberimu inspirasi!!”
-Bapak Drs. Julian Ichsan Balia (Mozaik 6; Aku Hanya Ingin Membuatnya Tersenyum )-
• Aku tahu taktik tengik Arai. Ia menggunakan kata-kata langit hanya untuk membuat Nurmala terkesan. Kembang SMA Bukan Main itu telah ditaksirnya habis-habisan sejak melihatnya pertama kali waktu pendaftaran. Meskipun seumur-umur tak pernah punya pacar tapi Arai punya teori asmara yang sangat canggih.
-Arai (Mozaik 6; Aku Hanya Ingin Membuatnya Tersenyum )-
• “Perempuan adalah makhluk yang plin-plan, Kal, maka pertama-tama, buatlah mereka bingung!!”
-Arai (Mozaik 6; Aku Hanya Ingin Membuatnya Tersenyum )-
• “Aku hanya ingin membuatnya tersenyum …,” katanya berat.
-Jimbron>Laksmi (Mozaik 6; Aku Hanya Ingin Membuatnya Tersenyum)-
• Itulah orang pendiam, kata-katanya ditunggu orang.
-Ikal>Ayah (Mozaik 8; Baju Safari Ayahku)-
• Dan inilah momen yang paling kutunggu. Momen itu hanya sekilas, yaitu ketika beliau bergantian menatap kami dan dengan jelas menyiratkan bahwa kami adalah pahlawan baginya. Dan kami ingin, ingin sekali dengan penuh hati, menjadi pahlawan bagi beliau. Lalu ayahku tersenyum bangga, hanya tersenyum, tak ada sepatah pun kata.
-Ikal>Ayah (Mozaik 8; Baju Safari Ayahku)-
• Betapa menyedihkan keadaan kami sebenarnya. Waktu itu umur kami hampir delapan belas tahun dan tergagap-gagap melihat pemandangan seperti ini, padahal di belahan dunia lain anak-anak SMP sudah biasa menonton film “biru”.
–Ikal, Arai, dan Jimbron (Mozaik 9; Bioskop)-
• Pada momen ini kami memahami bahwa persahabatan kami yang lama dan lekat lebih dari saudara, berjuang senasib sepenanggungan, bekerja keras bahu-membahu sampai titik keringat terakhir untuk sekolah dan keluarga, tidur sebantal makan sepiring, susah senang bersama, ternyata telah membuahkan maslahat yang tak terhingga bagi kami.
–Ikal, Arai, dan Jimbron (Mozaik 11; Spiderman)-
• Pepatahku sekarang adalah pepatah konyol kuli-kuli Meksiko yang patah arang dengan nasib: ceritakan mimpimu, agar Tuhan bisa tertawa.
–Ikal (Mozaik 12; Sungai Lenggang)-
• Seyogyanya sikap buruk yang berbuah keburukan: pesimistis menimbulkan sinis, lalu iri, lalu dengki, lalu mungkin fitnah.
–Ikal (Mozaik 12; Sungai Lenggang)-
• “Kini ia sekolah di Tanjong Pandan, di SMA yang monyet pun jika mendaftar akan diterima!! Dan kau, kausia-siakan kehormatan garda depan itu!!?? Mengapa kau berhenti bercita-cita, Bujang? Pahamkah engkau, berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia!!”
–Bapak Mustar M. Djai’din, B.A. (Mozaik 12; Sungai Lenggang)-
• “Ah, ayahmu, Ikal, diundang pelantikan bupati pun baju safarinya tak beliau keluarkan. Hanya untukmu Ikal, yang terbaik dari beliau selalu hanya untukmu ….”
–Bapak Mustar M. Djai’din, B.A. (Mozaik 12; Sungai Lenggang)-
• Betapa aku ini anak tak berguna!! Betapa sampai hati pada ayahku.
–Ikal>Ayah (Mozaik 12; Sungai Lenggang)-
• “Biar kau tahu, Kal, orang seperti kita tak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu!!”
–Arai (Mozaik 12; Sungai Lenggang)-
• “Tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati ….”
–Arai (Mozaik 12; Sungai Lenggang)-
• Ayahku yang pendiam: ayah juara satu seluruh dunia.
–Ikal>Ayah (Mozaik 12; Sungai Lenggang)-
• Di bawah kami sungai purba Lenggang mengalir pelan. Gelap dan dalam. Hulunya menyimpan sejarah pilu orang-orang miskin Melayu, anak-anak sungainya adalah misteri yang mengandung tenaga mistis, dan riak-riaknya yang berkecipuk siang dan malam adalah nyanyian sunyi rasa sayangku yang tak bertepi untuk ayahku.
–Ikal (Mozaik 12; Sungai Lenggang)-
• Jika ada perlombaan ceramah, aku berani jamin orang Melayu akan juara.
–Ikal (Mozaik 13; Pangeran Mustika Raja Brana)-
• “ITULAH KALAU KAU MAU TAHU TABIAT PEMIMPIN ZAMAN SEKARANG, BOI!! BARU MENCALONKAN DIRI SUDAH JADI PENIPU, BAGAIMANA KALAU BAJINGAN SEPERTI ITU JADI KETUA!!???”
–Minar>Ikal (Mozaik 13; Pangeran Mustika Raja Brana)-
• Orang-orang terhenyak, setelah bertahun-tahun berlalu, pagi ini untuk pertama kalinya mereka melihat Laksmi tersenyum, ya, Laksmi tersenyum! Dan senyumnya itu manis sekali.
–Jimbron>Laksmi (Mozaik 13; Pangeran Mustika Raja Brana)-
• Ia orang yang selalu merasa bahagia karena dapat membahagiakan orang lain. Lalu apa yang tersisa untuknya? Tak ada. Seperti ucapannya padaku: Tanpa mimpi dan semangat orang seperti kita akan mati. Ya, tergeletak di atas selembar tikar purun, dengan seragam putih abu-abu yang dipakai untuk sekolah dan bekerja, bangun pukul dua pagi untuk memikul ikan, yang tersisa hanya semangat dan mimpi-mimpi.
–Ikal>Arai (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• Cinta Arai pada Nurmala adalah salah satu dari kisah cinta yang paling menyedihkan di muka bumi ini. Cinta yang patah berkeping-keping karena selingkuh dan pengkhianatan? Bukan. Cinta yang dipaksa putus karena perbedaan status, harta benda, dan agamakah yang paling menyesakkan? Masih bukan. Cinta yang menjadi dingin karena penyakit, penganiayaan, dan kebosanankah yang paling menyiksa? Tidak. Atau cinta yang terpisahkan samudra, lembah, dan gunung-gemunung yang paling pilu? Sama sekali tidak. Bagaimanapun pedih dilalui kedua sejoli dalam empat keadaan itu mereka masih dapat saling mencinta atau saling membenci. Namun yang paling memilukan adalah cinta yang tak peduli. Namun, yang paling memilukan adalah cinta yang tak peduli. Karena seorang filsuf yang siang malam merenungkan seni mencinta telah menulis love me or just hate me, but spare me with your indifference ‘cintai aku atau sekalian benci aku, asal jangan tak acuhkan aku’. Malangnya yang terakhir itulah yang dialami Arai.
–Arai dan Zakiah Nurmala (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• Jangan samakan lada dan pala
Berbeda rupa, tak padan rasa
Rela kanda menginjak bara
Demi cinta Dinda Nurmala
–Arai>Zakiah Nurmala (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• Adapun suratnya, tak kalah mengenaskan nasibnya, tanpa pernah dibuka sampulnya dilipat Nurmala berbentuk pesawat dan dilepaslandaskannya menuju kolam sekolah.
–Arai dan Zakiah Nurmala (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• “Nurmala adalah tembok yang kukuh Kal …,” kilahnya diplomatis.
“Dan usahaku ibarat melemparkan lumpur ke tembok itu,” sambungnya optimis.
“Kau sangka tembok itu akan roboh dengan lemparan lumpur?” tanyanya retoris.
“Tidak akan! Tapi lumpur itu akan membekas di sana, apapun yang kulakukan, walaupun ditolaknya mentah-mentah, akan membekas di hatinya,” kesimpulannya filosofis.
–Arai dan Zakiah Nurmala (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• “…, tapi Abang tak pernah mau jadi anggota Dewan, Boi. Orang-orang itu selalu dianggap tak becus. Kasihan mereka, bukan? Hi … hi … hi.”
–Bang Zaitun (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• “Delapan belas tahun belum pernah pacaran? Malang betul nasibmu, Boi …. Hidup memang tak adil kadang-kadang hi … hi … hi …!!”
–Bang Zaitun>Arai (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• Perempuan yang belum khatam Qur’an dan kurang mantap imannya dipastikan rela menyerahkan kewarasannya pada dawai-dawai gitar yang dipelintir.
–Bang Zaitun (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• “Terbukti banyak sekali wanita cantik yang sehat walafiat jiwa raganya, rela diusir keluarganya gara-gara jatuh cinta setengah mati pada pemain gitar. Padahal pemain gitar itu masa depannya samar-samar, penampilannya lebih jelek dari jin Afrit, berminggu-minggu tak pernah mandi!! Itulah tenaga gaib pengasihan yang dikandung sebuah gitar, kalau kau mau tahu, Boi. Dan tunjukkan padaku Boi, kalau ada gitaris yang pacarnya buruk rupa. Tak ada … tak ada, Boi!!”
–Bang Zaitun (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• Seorang kuli yang buta nada , yang sadar betul dirinya tak ‘kan pernah bisa main gitar, ternyata mampu mendedikasikan dirinya sepenuh hati pada musik hanya untuk bisa membawakan satu lagu, satu lagu saja, demi menyampaikan jeritan hatinya pada belahan hatinya.
–Arai (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• Sayangnya, mungkin karena gugup ia bernyanyi seperti minggu ketiga latihan. Suaranya ke timur, gitarnya ke barat, dan temponya ke selatan.
–Arai (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• Mendapati Arai cengengesan di sampingnya Nurmala memandang kaku lurus ke depan seperti orang tidur salah bantal. Sakit lehernya jika menoleh.
–Arai dan Zakiah Nurmala (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• Lalu di ambang jendela yang tinggi berdirilah Zakiah Nurmala. Cantik, anggun semampai seperti Gabriella Sabatini. Ia tercengang sambil memilin-milin rambutnya yang bergelombang dan tergerai tak teratur. Lalu merekah, namun segera padam, dan merekah lagi, kemudian padam lagi, dan kembali merekah senyum yang susah payah ia tahan-tahan. Manis tak terperikan.
–Arai dan Zakiah Nurmala (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• Dan inilah puncak muslihat anak Melayu kampung: di dekat para siswi tadi, aku berpura-pura menunduk untuk membetulkan tali sepatu, yang sebenarnya tidak apa-apa, sehingga ketika bangkit aku mendapat kesempatan menyibakkan jambulku seperti gaya pembantu membilas cucian. Ah, elegan, elegan sekali. Sangat Melayu!
–Ikal (Mozaik 1; What a Wonderful World)
• Dan jika menonton TVRI, kita biasa melihat orang seperti Arai meloncat-loncat di belakang presiden agar tampak oleh kamera.
-Ikal>Arai (Mozaik 2; Simpai Keramat)
• “Dunia …!! Sambutlah aku …!! Ini aku, Arai, datang untukmu …!!” Pasti itu maksudnya.
–Ikal>Arai (Mozaik 2; Simpai Keramat)
• Setiap lekukan tajwid yang dilantunkan hati muda itu adalah syarat kerinduan yang tak tertanggungkan pada ayah-ibunya.
–Ikal>Arai (Mozaik 3; The Lone Ranger)-
• Ia menatapku sarat arti: aku sayang padamu, Sahabatku. Sungguh penuh pengertian!
–Ikal>Jimbron (Mozaik 5; Tuhan Tahu, tapi Menunggu)-
• “Maka berkelanalah di atas muka bumi ini untuk menemukan mozaikmu!”
–Bapak Drs. Julian Ichsan Balia (Mozaik 6; Aku Hanya Ingin Membuatnya Tersenyum )-
• “Jelajahi kemegahan Eropa sampai ke Afrika yang eksotis. Temukan berliannya budaya sampai ke Prancis. Langkahkan kakimu di atas altar suci almamater terhebat tiada tara: Sorbonne. Ikuti jejak-jejak Sartre, Louis Pasteur, Montesquieu, Voltaire. Di sanalah orang-orang belajar science, sastra, dan seni hingga mengubah peradaban ….”
-Bapak Drs. Julian Ichsan Balia (Mozaik 6; Aku Hanya Ingin Membuatnya Tersenyum )-
• “Bangkitlah, wahai Para Pelopor!! Pekikan padaku kata-kata yang menerangi gelap gulita rongga dadamu! Kata-kata yang memberimu inspirasi!!”
-Bapak Drs. Julian Ichsan Balia (Mozaik 6; Aku Hanya Ingin Membuatnya Tersenyum )-
• Aku tahu taktik tengik Arai. Ia menggunakan kata-kata langit hanya untuk membuat Nurmala terkesan. Kembang SMA Bukan Main itu telah ditaksirnya habis-habisan sejak melihatnya pertama kali waktu pendaftaran. Meskipun seumur-umur tak pernah punya pacar tapi Arai punya teori asmara yang sangat canggih.
-Arai (Mozaik 6; Aku Hanya Ingin Membuatnya Tersenyum )-
• “Perempuan adalah makhluk yang plin-plan, Kal, maka pertama-tama, buatlah mereka bingung!!”
-Arai (Mozaik 6; Aku Hanya Ingin Membuatnya Tersenyum )-
• “Aku hanya ingin membuatnya tersenyum …,” katanya berat.
-Jimbron>Laksmi (Mozaik 6; Aku Hanya Ingin Membuatnya Tersenyum)-
• Itulah orang pendiam, kata-katanya ditunggu orang.
-Ikal>Ayah (Mozaik 8; Baju Safari Ayahku)-
• Dan inilah momen yang paling kutunggu. Momen itu hanya sekilas, yaitu ketika beliau bergantian menatap kami dan dengan jelas menyiratkan bahwa kami adalah pahlawan baginya. Dan kami ingin, ingin sekali dengan penuh hati, menjadi pahlawan bagi beliau. Lalu ayahku tersenyum bangga, hanya tersenyum, tak ada sepatah pun kata.
-Ikal>Ayah (Mozaik 8; Baju Safari Ayahku)-
• Betapa menyedihkan keadaan kami sebenarnya. Waktu itu umur kami hampir delapan belas tahun dan tergagap-gagap melihat pemandangan seperti ini, padahal di belahan dunia lain anak-anak SMP sudah biasa menonton film “biru”.
–Ikal, Arai, dan Jimbron (Mozaik 9; Bioskop)-
• Pada momen ini kami memahami bahwa persahabatan kami yang lama dan lekat lebih dari saudara, berjuang senasib sepenanggungan, bekerja keras bahu-membahu sampai titik keringat terakhir untuk sekolah dan keluarga, tidur sebantal makan sepiring, susah senang bersama, ternyata telah membuahkan maslahat yang tak terhingga bagi kami.
–Ikal, Arai, dan Jimbron (Mozaik 11; Spiderman)-
• Pepatahku sekarang adalah pepatah konyol kuli-kuli Meksiko yang patah arang dengan nasib: ceritakan mimpimu, agar Tuhan bisa tertawa.
–Ikal (Mozaik 12; Sungai Lenggang)-
• Seyogyanya sikap buruk yang berbuah keburukan: pesimistis menimbulkan sinis, lalu iri, lalu dengki, lalu mungkin fitnah.
–Ikal (Mozaik 12; Sungai Lenggang)-
• “Kini ia sekolah di Tanjong Pandan, di SMA yang monyet pun jika mendaftar akan diterima!! Dan kau, kausia-siakan kehormatan garda depan itu!!?? Mengapa kau berhenti bercita-cita, Bujang? Pahamkah engkau, berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia!!”
–Bapak Mustar M. Djai’din, B.A. (Mozaik 12; Sungai Lenggang)-
• “Ah, ayahmu, Ikal, diundang pelantikan bupati pun baju safarinya tak beliau keluarkan. Hanya untukmu Ikal, yang terbaik dari beliau selalu hanya untukmu ….”
–Bapak Mustar M. Djai’din, B.A. (Mozaik 12; Sungai Lenggang)-
• Betapa aku ini anak tak berguna!! Betapa sampai hati pada ayahku.
–Ikal>Ayah (Mozaik 12; Sungai Lenggang)-
• “Biar kau tahu, Kal, orang seperti kita tak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu!!”
–Arai (Mozaik 12; Sungai Lenggang)-
• “Tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati ….”
–Arai (Mozaik 12; Sungai Lenggang)-
• Ayahku yang pendiam: ayah juara satu seluruh dunia.
–Ikal>Ayah (Mozaik 12; Sungai Lenggang)-
• Di bawah kami sungai purba Lenggang mengalir pelan. Gelap dan dalam. Hulunya menyimpan sejarah pilu orang-orang miskin Melayu, anak-anak sungainya adalah misteri yang mengandung tenaga mistis, dan riak-riaknya yang berkecipuk siang dan malam adalah nyanyian sunyi rasa sayangku yang tak bertepi untuk ayahku.
–Ikal (Mozaik 12; Sungai Lenggang)-
• Jika ada perlombaan ceramah, aku berani jamin orang Melayu akan juara.
–Ikal (Mozaik 13; Pangeran Mustika Raja Brana)-
• “ITULAH KALAU KAU MAU TAHU TABIAT PEMIMPIN ZAMAN SEKARANG, BOI!! BARU MENCALONKAN DIRI SUDAH JADI PENIPU, BAGAIMANA KALAU BAJINGAN SEPERTI ITU JADI KETUA!!???”
–Minar>Ikal (Mozaik 13; Pangeran Mustika Raja Brana)-
• Orang-orang terhenyak, setelah bertahun-tahun berlalu, pagi ini untuk pertama kalinya mereka melihat Laksmi tersenyum, ya, Laksmi tersenyum! Dan senyumnya itu manis sekali.
–Jimbron>Laksmi (Mozaik 13; Pangeran Mustika Raja Brana)-
• Ia orang yang selalu merasa bahagia karena dapat membahagiakan orang lain. Lalu apa yang tersisa untuknya? Tak ada. Seperti ucapannya padaku: Tanpa mimpi dan semangat orang seperti kita akan mati. Ya, tergeletak di atas selembar tikar purun, dengan seragam putih abu-abu yang dipakai untuk sekolah dan bekerja, bangun pukul dua pagi untuk memikul ikan, yang tersisa hanya semangat dan mimpi-mimpi.
–Ikal>Arai (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• Cinta Arai pada Nurmala adalah salah satu dari kisah cinta yang paling menyedihkan di muka bumi ini. Cinta yang patah berkeping-keping karena selingkuh dan pengkhianatan? Bukan. Cinta yang dipaksa putus karena perbedaan status, harta benda, dan agamakah yang paling menyesakkan? Masih bukan. Cinta yang menjadi dingin karena penyakit, penganiayaan, dan kebosanankah yang paling menyiksa? Tidak. Atau cinta yang terpisahkan samudra, lembah, dan gunung-gemunung yang paling pilu? Sama sekali tidak. Bagaimanapun pedih dilalui kedua sejoli dalam empat keadaan itu mereka masih dapat saling mencinta atau saling membenci. Namun yang paling memilukan adalah cinta yang tak peduli. Namun, yang paling memilukan adalah cinta yang tak peduli. Karena seorang filsuf yang siang malam merenungkan seni mencinta telah menulis love me or just hate me, but spare me with your indifference ‘cintai aku atau sekalian benci aku, asal jangan tak acuhkan aku’. Malangnya yang terakhir itulah yang dialami Arai.
–Arai dan Zakiah Nurmala (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• Jangan samakan lada dan pala
Berbeda rupa, tak padan rasa
Rela kanda menginjak bara
Demi cinta Dinda Nurmala
–Arai>Zakiah Nurmala (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• Adapun suratnya, tak kalah mengenaskan nasibnya, tanpa pernah dibuka sampulnya dilipat Nurmala berbentuk pesawat dan dilepaslandaskannya menuju kolam sekolah.
–Arai dan Zakiah Nurmala (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• “Nurmala adalah tembok yang kukuh Kal …,” kilahnya diplomatis.
“Dan usahaku ibarat melemparkan lumpur ke tembok itu,” sambungnya optimis.
“Kau sangka tembok itu akan roboh dengan lemparan lumpur?” tanyanya retoris.
“Tidak akan! Tapi lumpur itu akan membekas di sana, apapun yang kulakukan, walaupun ditolaknya mentah-mentah, akan membekas di hatinya,” kesimpulannya filosofis.
–Arai dan Zakiah Nurmala (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• “…, tapi Abang tak pernah mau jadi anggota Dewan, Boi. Orang-orang itu selalu dianggap tak becus. Kasihan mereka, bukan? Hi … hi … hi.”
–Bang Zaitun (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• “Delapan belas tahun belum pernah pacaran? Malang betul nasibmu, Boi …. Hidup memang tak adil kadang-kadang hi … hi … hi …!!”
–Bang Zaitun>Arai (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• Perempuan yang belum khatam Qur’an dan kurang mantap imannya dipastikan rela menyerahkan kewarasannya pada dawai-dawai gitar yang dipelintir.
–Bang Zaitun (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• “Terbukti banyak sekali wanita cantik yang sehat walafiat jiwa raganya, rela diusir keluarganya gara-gara jatuh cinta setengah mati pada pemain gitar. Padahal pemain gitar itu masa depannya samar-samar, penampilannya lebih jelek dari jin Afrit, berminggu-minggu tak pernah mandi!! Itulah tenaga gaib pengasihan yang dikandung sebuah gitar, kalau kau mau tahu, Boi. Dan tunjukkan padaku Boi, kalau ada gitaris yang pacarnya buruk rupa. Tak ada … tak ada, Boi!!”
–Bang Zaitun (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• Seorang kuli yang buta nada , yang sadar betul dirinya tak ‘kan pernah bisa main gitar, ternyata mampu mendedikasikan dirinya sepenuh hati pada musik hanya untuk bisa membawakan satu lagu, satu lagu saja, demi menyampaikan jeritan hatinya pada belahan hatinya.
–Arai (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• Sayangnya, mungkin karena gugup ia bernyanyi seperti minggu ketiga latihan. Suaranya ke timur, gitarnya ke barat, dan temponya ke selatan.
–Arai (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• Mendapati Arai cengengesan di sampingnya Nurmala memandang kaku lurus ke depan seperti orang tidur salah bantal. Sakit lehernya jika menoleh.
–Arai dan Zakiah Nurmala (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
• Lalu di ambang jendela yang tinggi berdirilah Zakiah Nurmala. Cantik, anggun semampai seperti Gabriella Sabatini. Ia tercengang sambil memilin-milin rambutnya yang bergelombang dan tergerai tak teratur. Lalu merekah, namun segera padam, dan merekah lagi, kemudian padam lagi, dan kembali merekah senyum yang susah payah ia tahan-tahan. Manis tak terperikan.
–Arai dan Zakiah Nurmala (Mozaik 14; When I Fall in Love)-
Minggu, 19 Juni 2011
They're My Soulmate
Cuman mo' ngenalin soulmate-soulmate ku :D hehehehe...
Kenalin:
Agnesy Yulianti Manurung a.k.a Echy
Dwi Nurul Imanisa a.k.a Ninis
Gita Noviaty a.k.a Gita
Heni Wahyuni a.k.a Heni
Iqnasia Windy Novitasari a.k.a Windy
Miftahul Jannah a.k.a Mifta
Munasia Hardiyanti Sirage a.k.a Mona
Ria Tri Wulandari a.k.a Ulan
Semoga pertemanan kita langgeng yaa :)
Sayang kalian :*
Kenalin:
Agnesy Yulianti Manurung a.k.a Echy
Dwi Nurul Imanisa a.k.a Ninis
Gita Noviaty a.k.a Gita
Heni Wahyuni a.k.a Heni
Iqnasia Windy Novitasari a.k.a Windy
Miftahul Jannah a.k.a Mifta
Munasia Hardiyanti Sirage a.k.a Mona
Ria Tri Wulandari a.k.a Ulan
Semoga pertemanan kita langgeng yaa :)
Sayang kalian :*
Kamis, 16 Juni 2011
Simfoni Kisahku
"Jika kau menjadi istriku nanti, pahami aku saat menangis. Jika kau menjadi istriku nanti, jangan pernah berhenti memilikiku. Hingga ujung waktu."
(Sheila On 7 - Hingga Ujung Waktu)
"Beranjak melentik kakakku Rani yang cantik. Jadikan masa depanmu menarik. Ingat s'lalu pesan kedua orang tuamu. Jalani dengan hatimu yang tulus."
(Sheila On 7 - Perhatikan Rani)
"Disekitar belukar dan rumput gersang. Seorangpun tak kan mau memperhatikan. Biarlah kan kuambil, penghias rumahku. Oh..kasihan 'kan kupetik s'belum layu."
(Duta SO7 - Bunga Di Tepi Jalan)
"Why do you love me, so sweet, and tenderly. I’ll do everything, to make you happy."
(Koes Ploes - Why Do You Love Me)
"Karna engkaulah satu-satunya untukku dan pastikan kita kan selalu bersama. Karna dirimulah yang sanggup mengerti aku dalam susah ataupun senang."
(Sheila On 7 - Buat Aku Tersenyum)
"Ku hanya ingin bila kau melihatku kapanpun, dimanapun hatimu kan berkata seperti ini: Pria inilah yang jatuh hati padamu. Pria inilah yang kan s'lalu memujamu."
(Sheila On 7 - Pemuja Rahasia)
"Sifatmu nan s'lalu redakan ambisiku. Tepikan khilafku dari bunga yang layu. Saat kau disisiku kembali dunia ceria. Tegaskan bahwa kamu, anugerah terindah yang pernah kumiliki."
(Sheila On 7 - Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki)
"Aku lelaki tak mungkin menerima bila ternyata kau mendua, membuatku terluka."
(Iwan Fals - Aku Bukan Pilihan)
"Andai kau ijinkan walau sekejap memandang. Kubuktikan kepadamu aku memiliki rasa."
(Iwan Fals - Ijinkan Aku Menyayangimu)
"Kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu. Pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu. Masa jaya putih biru atau abu-abu. Memori crita cinta aku, dia dan kamu."
(Bondan & Fead 2 Black - Kita selamanya)
"Bersenang-senanglah, karna hari ini akan kita rindukan. Di hari nanti, sebuah kisah klasik untuk masa depan. Bersenang-senanglah, karna waktu ini akan kita banggakan di hari tua."
(Sheila On 7 - Sebuah Kisah Klasik)
"Sudah, terlambat sudah ini semua harus berakhir. Mungkin inilah jalan yang terbaik dan kita mesti relakan kenyataan ini."
(Padi - Kasih Tak Sampai)
"Terpukau aku menatap wajahnya, aku merasa mengenal dia. Tapi ada entah di mana hanya hatiku mampu menjawabnya."
(Padi - Mahadewi)
"Dan tak pernah terpikirkan olehku untuk tinggalkan kau seperti ini. Tak terbayangkan jika ku beranjak pergi, betapa hancur dan harunya hidupmu."
(Padi - Rapuh)
"Kau jaga s'lalu hatimu saat tak di sisiku. Tunggu aku kembali. Ku mencintaimu s'lalu, menyayangimu sampai akhir menutup mata."
(Seventeen - Jaga Hatimu)
"Satu kata yang sulit terucap hingga batinku tersiksa. Tuhan tolong aku jelaskanlah, perasaanku berubah jadi cinta."
(Zigaz - Sahabat Jadi Cinta)
"Pandangan matanya menghancurkan jiwa. Dengan segenap cinta aku bertanya. Bila rindu ini masih milikmu, ku hadirkan sebuah tanya untukmu: harus berapa lama aku menunggumu?"
(Chrisye ft. Peterpan - Menunggumu)
"Lupakan aku, jangan pernah kau harapkan cinta yang indah dariku. Lupakan aku, ku punya cinta lain yang tak bisa untuk ku tinggalkan."
(Chrisye ft. Ungu - Cinta Yang Lain)
"Tak ada yang bisa menggantikan dirimu. Tak ada yang bisa membuat diriku jauh darimu."
(Andra and The Backbone - Tak Ada Yang Bisa)
"Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya, menahan rasa ingin jumpa. Percayalah padaku aku pun rindu kamu, ku akan pulang melepas semua kerinduan yang terpendam."
(Dewa 19 - Kangen)
"Mohon Tuhan untuk kali ini saja beri aku kekuatan ‘tuk menatap matanya. Mohon Tuhan untuk kali ini saja lancarkanlah hariku, hariku bersamanya."
(Sheila On 7 - Hari Bersamanya)
"Kau alasanku untuk dewasa, dan aku tak ingin kau terluka. Segenap jiwa akan ku jaga, keindahanmu."
(Sheila On 7 - Alasanku)
"Karna aku s’lalu pasti mengagumi dengan hati di setiap jengkal indahnya, di setiap jengkal buruknya. Karna aku s’lalu pasti mengikuti lewat mimpi di setiap sudut terangnya, di setiap sudut gelapnya."
(Sheila On 7 - Karna Ku Setia)
"Memang usia kita muda, namun cinta soal hati. Biar mereka bicara, telinga kita terkunci."
(Iwan Fals - Buku Ini Aku Pinjam)
"Sekarang masih banyak mimpi dan keinginan yang belum tercapai. Biarlah rasa rindu ini kita tunda tuk sementara."
(BIP - Sampai Nanti)
"Percaya apapun yang akan terjadi nanti. Kau tetap pesona rahasia
di lagu ini. Tak peduli berapakah berat badanmu nanti, kau tetap yang ter..muaachh
di hati."
(Sheila On 7 - Terima Kasih Bijaksana)
"Jika hidup terus berputar, biarlah berputar. Akan ada harapan sekali lagi, seperti dulu."
(Sheila On 7 - Sekali Lagi)
"Aku mencintainya, kita slalu bersama, mereka memisahkan. Aku tlah mencarinya dengan berbagai cara, mereka menjauhkan."
(Sheila On 7 - Ibu Linda)
"Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu. Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu."
(Iwan Fals - Ibu)
"Whenever the rain comes down and it's seems there's none to hold me. She's there for me, she's my mom."
(Sheila On 7 - Just For My Mom)
(Sheila On 7 - Hingga Ujung Waktu)
"Beranjak melentik kakakku Rani yang cantik. Jadikan masa depanmu menarik. Ingat s'lalu pesan kedua orang tuamu. Jalani dengan hatimu yang tulus."
(Sheila On 7 - Perhatikan Rani)
"Disekitar belukar dan rumput gersang. Seorangpun tak kan mau memperhatikan. Biarlah kan kuambil, penghias rumahku. Oh..kasihan 'kan kupetik s'belum layu."
(Duta SO7 - Bunga Di Tepi Jalan)
"Why do you love me, so sweet, and tenderly. I’ll do everything, to make you happy."
(Koes Ploes - Why Do You Love Me)
"Karna engkaulah satu-satunya untukku dan pastikan kita kan selalu bersama. Karna dirimulah yang sanggup mengerti aku dalam susah ataupun senang."
(Sheila On 7 - Buat Aku Tersenyum)
"Ku hanya ingin bila kau melihatku kapanpun, dimanapun hatimu kan berkata seperti ini: Pria inilah yang jatuh hati padamu. Pria inilah yang kan s'lalu memujamu."
(Sheila On 7 - Pemuja Rahasia)
"Sifatmu nan s'lalu redakan ambisiku. Tepikan khilafku dari bunga yang layu. Saat kau disisiku kembali dunia ceria. Tegaskan bahwa kamu, anugerah terindah yang pernah kumiliki."
(Sheila On 7 - Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki)
"Aku lelaki tak mungkin menerima bila ternyata kau mendua, membuatku terluka."
(Iwan Fals - Aku Bukan Pilihan)
"Andai kau ijinkan walau sekejap memandang. Kubuktikan kepadamu aku memiliki rasa."
(Iwan Fals - Ijinkan Aku Menyayangimu)
"Kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu. Pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu. Masa jaya putih biru atau abu-abu. Memori crita cinta aku, dia dan kamu."
(Bondan & Fead 2 Black - Kita selamanya)
"Bersenang-senanglah, karna hari ini akan kita rindukan. Di hari nanti, sebuah kisah klasik untuk masa depan. Bersenang-senanglah, karna waktu ini akan kita banggakan di hari tua."
(Sheila On 7 - Sebuah Kisah Klasik)
"Sudah, terlambat sudah ini semua harus berakhir. Mungkin inilah jalan yang terbaik dan kita mesti relakan kenyataan ini."
(Padi - Kasih Tak Sampai)
"Terpukau aku menatap wajahnya, aku merasa mengenal dia. Tapi ada entah di mana hanya hatiku mampu menjawabnya."
(Padi - Mahadewi)
"Dan tak pernah terpikirkan olehku untuk tinggalkan kau seperti ini. Tak terbayangkan jika ku beranjak pergi, betapa hancur dan harunya hidupmu."
(Padi - Rapuh)
"Kau jaga s'lalu hatimu saat tak di sisiku. Tunggu aku kembali. Ku mencintaimu s'lalu, menyayangimu sampai akhir menutup mata."
(Seventeen - Jaga Hatimu)
"Satu kata yang sulit terucap hingga batinku tersiksa. Tuhan tolong aku jelaskanlah, perasaanku berubah jadi cinta."
(Zigaz - Sahabat Jadi Cinta)
"Pandangan matanya menghancurkan jiwa. Dengan segenap cinta aku bertanya. Bila rindu ini masih milikmu, ku hadirkan sebuah tanya untukmu: harus berapa lama aku menunggumu?"
(Chrisye ft. Peterpan - Menunggumu)
"Lupakan aku, jangan pernah kau harapkan cinta yang indah dariku. Lupakan aku, ku punya cinta lain yang tak bisa untuk ku tinggalkan."
(Chrisye ft. Ungu - Cinta Yang Lain)
"Tak ada yang bisa menggantikan dirimu. Tak ada yang bisa membuat diriku jauh darimu."
(Andra and The Backbone - Tak Ada Yang Bisa)
"Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya, menahan rasa ingin jumpa. Percayalah padaku aku pun rindu kamu, ku akan pulang melepas semua kerinduan yang terpendam."
(Dewa 19 - Kangen)
"Mohon Tuhan untuk kali ini saja beri aku kekuatan ‘tuk menatap matanya. Mohon Tuhan untuk kali ini saja lancarkanlah hariku, hariku bersamanya."
(Sheila On 7 - Hari Bersamanya)
"Kau alasanku untuk dewasa, dan aku tak ingin kau terluka. Segenap jiwa akan ku jaga, keindahanmu."
(Sheila On 7 - Alasanku)
"Karna aku s’lalu pasti mengagumi dengan hati di setiap jengkal indahnya, di setiap jengkal buruknya. Karna aku s’lalu pasti mengikuti lewat mimpi di setiap sudut terangnya, di setiap sudut gelapnya."
(Sheila On 7 - Karna Ku Setia)
"Memang usia kita muda, namun cinta soal hati. Biar mereka bicara, telinga kita terkunci."
(Iwan Fals - Buku Ini Aku Pinjam)
"Sekarang masih banyak mimpi dan keinginan yang belum tercapai. Biarlah rasa rindu ini kita tunda tuk sementara."
(BIP - Sampai Nanti)
"Percaya apapun yang akan terjadi nanti. Kau tetap pesona rahasia
di lagu ini. Tak peduli berapakah berat badanmu nanti, kau tetap yang ter..muaachh
di hati."
(Sheila On 7 - Terima Kasih Bijaksana)
"Jika hidup terus berputar, biarlah berputar. Akan ada harapan sekali lagi, seperti dulu."
(Sheila On 7 - Sekali Lagi)
"Aku mencintainya, kita slalu bersama, mereka memisahkan. Aku tlah mencarinya dengan berbagai cara, mereka menjauhkan."
(Sheila On 7 - Ibu Linda)
"Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu. Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu."
(Iwan Fals - Ibu)
"Whenever the rain comes down and it's seems there's none to hold me. She's there for me, she's my mom."
(Sheila On 7 - Just For My Mom)
Minggu, 12 Juni 2011
Caraku Mengenalmu
Sudah lama aku mengenalmu.
Bahkan aku lupa sejak kapan aku mengenalmu.
Tapi, dua tahun belakangan ini pengenalanku terhadapmu agaknya mulai meningkat.
Sayangnya, cara aku mengenalimu bisa dibilang cukup menjengkelkan.
Aku mengenalimu karena kesinisanmu, kritikanmu, dan keonaranmu.
Kau tau?
Aku sempat membencimu, menaruh rasa sakit hati padamu.
Tapi, itu hanya bertahan sebentar saja, karena sesungguhnya aku takut dimusuhi olehmu.
(Jujur, aku begitu takut pada saat itu)
Masa-masa tegang itu benar-benar menekanku.
Heh, ku nikmati saja dengan caraku.
Sampai akhirnya, semua kembali normal, redam dengan sendirinya.
Mengalir tenang seperti air.
Dan aku kembali mengenalmu seperti biasa.
Mengenalimu secara yaaa, normal-normal saja.
Cukup dengan, "Oh, dia... Aku kenal, kok,"
Kemudian, 'masalah' baru menghampiri.
Namun, untuk yang kali ini, tak'kan ku ungkapkan di sini.
Ku serahkan kelanjutan kisah ini kepada-Nya.
Untuk selanjutnya, biar Dia yang mengatur harmony kisah hidupku, hidupmu, dan hidup mereka...
....mu
Tatapanmu...
Senyummu...
Tawamu...
Suaramu...
Sapaanmu...
Sifatmu...
Sikapmu...
Tingkah lakumu...
Kelucuanmu...
Keunikanmu...
Kepandaianmu...
Ketangkasanmu...
Kedewasaanmu...
Kemarahanmu...
Kejengkelanmu...
Kenakalanmu...
Ocehanmu...
Ketegasanmu...
Kepemimpinanmu...
Wibawamu...
Kesetiakawananmu...
Kesholehanmu...
Kerendahan hatimu...
Kerutan keningmu...
Sindiranmu...
Kritikan pedasmu...
Ambisimu...
Cita-citamu...
Ekspresi malumu...
Kesederhanaanmu...
Ketulusanmu...
Kesetiaanmu...
Huh, semua itu ku rekam di sini...
Jauh di dalam sana...
(Ica Lovarchista)
Senyummu...
Tawamu...
Suaramu...
Sapaanmu...
Sifatmu...
Sikapmu...
Tingkah lakumu...
Kelucuanmu...
Keunikanmu...
Kepandaianmu...
Ketangkasanmu...
Kedewasaanmu...
Kemarahanmu...
Kejengkelanmu...
Kenakalanmu...
Ocehanmu...
Ketegasanmu...
Kepemimpinanmu...
Wibawamu...
Kesetiakawananmu...
Kesholehanmu...
Kerendahan hatimu...
Kerutan keningmu...
Sindiranmu...
Kritikan pedasmu...
Ambisimu...
Cita-citamu...
Ekspresi malumu...
Kesederhanaanmu...
Ketulusanmu...
Kesetiaanmu...
Huh, semua itu ku rekam di sini...
Jauh di dalam sana...
(Ica Lovarchista)
Sabtu, 11 Juni 2011
BG Story :)
B: baca ini... (memberikan secarik kertas putih kosong, hanya saja ada sepenggal tulisan di tengah kertas itu)
G: (mengambil kertas itu dan membacanya)
"maaf... tapi inilah caraku menyayangimu,"
hey, kau tujukan pada siapa kata-kata itu?
B: (tersenyum kecil) heh, bukan untuk siapa-siapa... kau tau? kata-kata itu hanya ungkapan sederhana yang kudapat dari seseorang yang ingin menunjukkan rasa sayangnya padaku dengan caranya sendiri.
G: siapa?
B: (tersenyum lagi) saat ini dia masih menjadi ilusi. tapi ku harap, cepat atau lambat dia akan datang dan menunjukan semua itu kepadaku. (menatap G sejenak, tersenyum, kemudian pergi berlalu)
G: (tertunduk diam. menatap lekat kembali kata-kata itu)
............
Tak lama kemudian, senyum kecil nan manis itu tersungging di bibir G.
(Ica Lovarchista)
Langganan:
Postingan (Atom)




