aku masih di sini
sendiri
dan hanya bisa memimpikanmu
aku iri pada kedua orang tuamu
yang bisa melihat wajah tidurmu setiap hari
aku iri pada teman-temanmu
yang bisa melihat tingkahmu setiap saat
aku iri pada rekan kerjamu
yang bisa bersamamu seharian
aku iri pada tukang ojek itu
yang bisa selalu bersamamu setiap pagi
aku iri pada pemilik warung langgananmu
yang bisa memberimu makan setiap siang
aku bahkan iri pada satpam kompleks rumahmu
yang cuma membuka pintu untukmu setiap malam
aku iri pada mereka
yang punya begitu banyak kesempatan untuk membunuhmu
dan aku masih di sini
sendiri
hanya bisa memimpikannya
(JAMALUDDIN AHMAD)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar